• Kontak Kami
  • Hotline : 085355166818
  • SMS : 081277687155
  • BBM : D11ED9AF

Kontak Kami

( pcs) Checkout

Beranda » Artikel Terbaru » Topi Datuk (Saluak Datuak) Dalam Adat Minangkabau

Topi Datuk (Saluak Datuak) Dalam Adat Minangkabau

Diposting pada 9 December 2014 oleh Busana Muslim Bukittinggi
Topi Saluak Datuk, Grosir Hijab Syari, Gamis Syari Murah
Topi Datuk terbuat dari kain yang berusia puluhan tahun (kain lamo)

Jika Anda berwisata ke ranah Minang (Sumatera Barat, Indonesia) tentunya sangat familiar dengan santapan makanan yang sangat enak seperti rendang, gulai tambunsu, dendeng batokok, gulai cubadak, dan lainnya. Rumah Gadang sebagai rumah kebanggaan penduduk dengan atap berupa tanduk kerbau. Namun ada keunikan lainnya yang perlu Anda ketahui. Topi Datuak.. Ya Topi Datuak..!!

Topi Datuk (Saluak Datuak) Jika kita mendengar kata topi tentu yang terlintas oleh kita adalah penutup kepala atau aksesoris fashion. Namun Topi Datuk memiliki makna lebih dari sekedar penutup kepala dan juga aksesoris.

Topi Datuak dibuat oleh kain yang berbentuk seperti lekukan otak manusia. Tentunya pembuatan topi datuak ini syarat dengan nilai budaya Minangkau itu sendiri.

Topi Datuak hanya boleh digunakan oleh Datuak yaitu pemimpin adat. Sebagai seorang pemimpin, Datuak harus memiliki pemikiran yang cerdas dan bijaksana. Itulah sebabnya mengapa Topi Datuak ini dibuat dengan adanya lekukan seperti otak manusia.

Peran Datuak dalam membina lingkungan keluarga ini di kiaskan dalam sebuah pantun:

Kaluak paku kacang balimbiang

Tampuruang lenggang-lenggangkan

Bao manurun ka Saruaso
Tanamlah siriah jo ureknyo
Anak di pangku kamanakan dibimbiang
Urang kampuang dipatenggangkan
Tenggang nagari jan binaso
Tenggang sarato jo adaiknyo

Terjemahannya

Lekuk pakis kacang belimbing

Tempurung lenggang – lenggangkan

Bawa menurun ke Saruaso

Tanamlah sirih dengan uratnya

Anak di pangku keponakan dibimbing,

Orang kampung di pertenggangkan

Tenggang nagari jangan binasa

Tenggang serta dengan adatnya.

Ini adalah terjemanahan tersuratnya. Sedangkan pesan yang tersirat dalam pantun ini adalah, bahwa Datuak itu di tengah keluarganya, tidak hanya mendidik dan mengasuh keluarga atau anak kandungnya saja. Tapi juga dia juga harus membimbing keluarga besar yang ada dalam kaumnya atau sukunya yang di lambangkan dengan kamanakan atau keponakan.

Tentunya pemakaian Topi Datuak sendiri tidak digunakan setiap hari, apalagi di zaman sekarang. Topi Datuak lebih sering digunakan pada acara adat, seperti pengangkatan penghulu, pernikahan, dan sebagainya. Selain Datuak, lelaki Minang juga menggunakan Topi Datuak saat menikah dengan design yang lebih modern.

Busana Muslim Bukittinggi.

Pencarian dari Google:

Bagikan informasi tentang Topi Datuk (Saluak Datuak) Dalam Adat Minangkabau kepada teman atau kerabat Anda.

Topi Datuk (Saluak Datuak) Dalam Adat Minangkabau | Toko Online Ecer dan Grosir Busana Muslim Terbaru

2 komentar untuk Topi Datuk (Saluak Datuak) Dalam Adat Minangkabau

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 100%
STOK HABIS
*Harga Hubungi CS Rp 245.000
Habis / GMS14025
STOK HABIS
*Harga Hubungi CS
Habis / GMS14004
SIDEBAR